RSS

Arsip Bulanan: Januari 2014

kebakaran hutan

Kebakaran hutan, kebakaran vegetasi, atau kebakaran semak, adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar, tetapi juga dapat memusnahkan rumah-rumah dan lahan pertanian disekitarnya.

Penyebab Kebakaran hutan, antara lain:

Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang.

Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok sembarangan dan lupa mematikan api di perkemahan.

Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.

Tindakan yang disengaja seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian barund fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau.tir, kecerobohan manusia, dan pembakaran.

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2014 in Uncategorized

 

bullying

Bullying adalah tindakan seseorang kepada orang lain untuk membuat malu dan rasa tertindas pada orang tertentu sehingga menimbulkan rasa takut berlebih dan merasa menjadi takut pada Bullyer.

Bullying sendiri lebih sering terjadi di lingkungan bermain dan sekolah sebelum anak menjadi dewasa walaupun orang dewasa sendiri pun belum tentu lepas dari Bullying.

Dengan melakukan tindakan ini maka seseorang akan merasa seperti memiliki kekuasaan dan rasa menjadi orang yang harus ditakuti dam memandang seseorang yang dibawahnya sebagai pihak ang pantas untuk di Bully.

Lebih jauh kasus Bullying akan membuat korban bukan hanya trauma dan takut akan seseorang tapi juga berdampak buruk pada kejiwaan nya atau psikologinya,dan hal ini yang akan kita bahas saat ini. 

 

Munculnya kasus bullying di SMP Don Bosco kembali membuka mata kita kalau tindak bullying dan senioritas masih sangat kental di kalangan remaja terutama lingkungan pendidikan.

MOS ternyata menjadi polemik sendiri di setiap pengadaannya karena sangat erat sekali dengan hal berbau tindak kekerasan dan pelecehan walaupun sebenarnya MOS ada untuk memberikan pengenalan lebih jauh pada siswa mengenai lingkungan sekolah yang baru.

Namun sangat disayangkan kalau sejauh kita tahu kebanyakan MOS lebih dipakai untuk meneruskan tongkat estafet penganiyaan dari senior kepada junior nya dengan berbagai tindakan bullying yang sangat meresahkan banyak orang.

Bullying dapat dilakuakn dalam bentuk tindak kekerasan,penjatuhan diri seseorang dengan mengejek ,menghina,dan lainnya.

Sering juga dilakukan dalam bentuk tindakan penindasan ang semuanya bertujuan untuk membuat mental korban down dan muncul rasa takut pada seniornya.

Tindakan ini sangat ditakutkan karena akan berdampak besar pada psikologis anak yang menjadi korban bullying.

Mereka akan merasa tertekan dan takut berlebih dan merasa tidak ada tempat aman baginya.

Korban juga akan lebih banyak berpikir kalau tidak ada teman yang dapat dipercaya sehingga Ia akan menjadi pribadi introvet yang sangat mengkawatirkan.

Dalam tahap ini,jika korban bullying sudah menjadi pribadi yang introvet atau tertutup maka tindakan cepat harus segera dilakukan.

Peran lingkungan sekitar dan keluarga sangat penting akarena jika tidak segera di atasi maka korban bullying yang sudah pada tahap “NOL”maka akan dapat melakukan apa saja yang merasa Ia anggap benar dan tepat.

Dalam Zona “NOL”ini korban bullying bisa menjadi pribadi yang down mentalnya sehingga pilihan yang diambil dapat membahayakan dirinya atau bahkan orang lain.

Banyak kasus menimpa korban bullying yang tidak ditanggapi serius haru mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri kalau tidak begitu Ia akan menjadi pribadi pendendam dan merasa semua orang itu musuhnya.

Tindakan pengembalian kepribadian dengan mendalami psikologis sang anak sangat dibutuhkan.

Pengembalian rasa kepercayaan terhadap orang,pengembalian rasa empati dan percaya diri,memberikan dukungan moral agar sabar dan tabah,serta hal positif lainnya yang membangun jiwa sang anak .

Hal ini dilakukan agar sanag anak kembali menjadi pribadi yang tenang dan normal serta lepas dari jeratan ketakutan akan pengalaman menjadi korban bullying.

Tindakan ini lebih efektif jika dilakukan dikalangan keluarga,masyarakat dan juga sekolah.

Dengan memberikan terapi psikologis yang cepat maka korban bullying akan dapat menjalani hidupnya seperti biasa dan mampu mengejar prestasi dan cita – citanya

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2014 in Uncategorized

 

kekerasan terhadap anak karena kemiskinan

Kekerasan terhadap anak menjadi peristiwa yang selalu berulang. Baru-baru ini di depan perbelanjaan Ramayana, Depok  seorang anak yang mengaku bernama Nanda (6 th) ditinggalkan orang tuanya  dalam keadaan tidak terawat dan ada luka-luka kekerasan.

 

Kekerasan terhadap anak terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, seksual, emosional, dan pengabaian terhadap hak anak.  Timbulnya berbagai kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri menjadi bukti rapuhnya peran keluarga dan masyarakat.

 

Perlakuan buruk sampai dengan kekerasan fisik yang menimpa anak, umumnya berlatar belakang kemiskinan. Kemiskinan menjadi sumber utama kekerasan terhadap anak yang dilakukan orangtua, paman, bibi, kakak, bahkan nenek dan kakek yang seharusnya menjadi pelindung mereka.

 

Menurut data Komnas Perlindungan Anak sebanyak 70 persen kekerasan terhadap anak dilakukan oleh perempuan, seperti ibu kandung, ibu angkat, ibu tiri, ibu guru, nenek, dan tante. Para pelaku ini umumnya sering mendapat kekerasan dari kaum lelaki, terutama suami atau ayah mereka.

 

Kemarahan atas kenakalan anak biasanya memicu emosi orang tua untuk memukul atau melakukan kekerasan fisik lainnya. Suara tangisan anak biasanya membuat ketidaksabaran orang tua makin bertambah, bukannya menghentikan pukulan tetapi malah menambah dengan tindakan kekerasan lainnya.

 

Anak yang sudah mengalami luka fisik, batinnya pun akan mengalami trauma. Rasa benci yang tersimpan dan terbangun sejak kecil membuat anak meniru kekerasan dan bertingkah laku agresif dengan cara memukul dan membentak bila timbul rasa kesal di dalam dirinya. Lebih jauh lagi, anak akan selalu cemas, mimpi buruk, bermasalah di sekolah, dan depresi.

 

Jangan sampai keluarga yang seharusnya menjadi tempat yang paling aman dan nyaman, berubah menjadi sarang kekerasan dan kebencian

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2014 in Uncategorized