RSS

Arsip Bulanan: April 2015

Pengalaman Di Dalam Kelompok Belajar

KELOMPOK BELAJAR
Pada saat itu dosen A memberikan tugas kelompok dan beliau membagi rata kelompok tersebut dengan tema diskusi yang beda-beda. Kelompok saya terdiri dari 4 orang termasuk saya, lalu dosen A menyuruh setiap kelompok berdiskusi tentang tema yang masing-masing kelompok itu dapatkan.

Bukan kerja kelompok namanya bila semuanya amggota kelompok tidak mengeluarkan ide-ide mereka. Saya pun mengeluarkan sedikit ide dan masukan walaupun ide saya tidak terlalu berbobot tapi saya merasa senang bisa ambil bagian dari tugas kelompok ini. Saya pun terus menerus mengeluarkan ide atau masukan yang ada di otak saya. Dan bukan kerja kelompok namanya bila ditengah-tengah diskusi semua anggota terdiam karena sudah tidak ada lagi ide atau masukan yang dapat mereka keluarkan. Dan bila ini terjadi, ada dua pilihan jalan keluar.

Pilihan pertama bertanya kepada dosen dan pilihan kedua adalah mencari di internet. Pilihan pertama sangatlah jarang dipilih karena pasti setiap anggota memilih jalan yang sangat praktis. Ini ciri-ciri kelompok yang anggotanya lumayan malas. Setelah bahan materi kelompok saya selesai, tiba saatnya diminggu presentasi untuk kelompok saya. Keputusan yang saya ambil adalah keputusan yang berhubungan dengan uang untuk menge-print, jadi kita tidak terlalu banyak mengeluarkan uang.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2015 in Uncategorized

 

Faktor Yang Mempengarui Pengambilan Keputusan

A. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

1. Posisi / Kedudukan
Dalam kerangka pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam hal berikut.
-) Letak posisi; dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).
-) Tingkatan posisi; dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan, organisasional, operasional, teknis.

2. Masalah
Masalah atau problem adalah apa yang menjadi peng-halang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.
Masalah dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu :
-) Masalah terstruktur (well structured problems), yaitu masalah yang logis, dikenal dan mudah diidentifikasi.
-) Masalah tidak terstruktur (ill structured problems), yaitu masalah yang masih baru, tidak biasa, dan informasinya tidak lengkap.
Masalah berdasarkat sifat dapat dibagi sebagai berikut :
-) Masalah rutin, yaitu masalah yang sifatnya sudah tetap, selalu dijumpai dalam hidup sehari-hari.
-) Masalah insidentil, yaitu masalah yang sifatnya tidak tetap, tidak selalu dijumpai dalam hidup sehari-hari.

3. Situasi
Situasi adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.

Faktor-faktor itu dapat dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut.
-) Faktor-faktor yang konstan (C), yaitu faktor-faktor yang sifatnya tidak berubah-ubah atau tetap keadaanya.
-) Faktor-faktor yang tidak konstan, atau variabel (V), yaitu faktor-faktor yang sifatnya selalu berubah-ubah, tidak tetap keadaannya.

4. Kondisi
Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya ber-buat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.

5. Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/ telah ditentukan. Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective.

Ada pula beberapa pendapat lain tentang kondisi untuk pengambilan keputusan.

1. Keadaan Intern Organisasi
-) Keadaan intern organisasi bersangkut paut dengan apa yang ada di dalam organisasi tersebut.
-) Keadaan intern organisasi antara lain meliputi dana yang tersedia, keadaan sumber daya manusia, kemampuan karyawan, kelengkapan dari peralatan organisasi, struktur organisasi.

2. Keadaan Ekstern Organisasi
-) Keadaan ekstern organisasi bersangkut paint dengan apa yang ada di luar organisasi tersebut. Keadaan ekstern organisasi antara lain meliputi keadaan ekonoriki, sosial, politik, hukum, budaya, dan sebagainya.
-) Keputusan yang diambil harus memperhatikan situasi ekonomi, jika keputusan tersebut ada sangkut pautnya dengan ekonomi. Keputusan yang diambil tidak boleh bertentangan dengan norma-norma, undang-undang, hukum yang berlaku dan peraturan-peraturan.

3. Tersedianya Informasi Yang Diperlukan
Dalam pengambilan keputusan, informasi yang diperJukan haruslah lengkap dan memiliki sifat-sifat tertentu, sehingga keputusan yang dihasilkan dapatlah berkualitas dan baik.

Sifat – sifat informasi tersebut :
• Akurat, artinya informasi harus mencerminkan atau sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
• Up to date, artinya informasi tersebut harus tepat waktu.
• Komprehensif, artinya informasi harus dapat mewakili.
• Relevan, artinya informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang akan diselesaikan.
• Memiliki kesalahan baku kecil, artinya informasi itu memiliki tingkat kesalahan yang kecil.

4. Kerpribadian dan Kecakapan Pengambil Keputusan
-) Kepribadian dan kecakapan dari pengambil keputusan meliputi: penilaiannya, kebutuhannya, intelegensinya, keterampilannya, kapasitasnya, dan sebagainya.
-) Nilai-nilai kepribadian dan kecakapan ini turut juga mewarnai tepat­ tidaknya keputusan yang diambil.
-) Jika pengambil keputusan memiliki kepribadian dan kecakapan yang kurang, maka keputusan yang diambil juga akan kurang, demikian pula sebaliknya.

B. Implikasi Manajerial
Dari berbagai macam faktor untuk mengambil keputusan, seorang pengambil keputusan juga harus mendengarkan beberapa pihak lain untuk referensi atau pertimbangan agar keputusan yang diambil benar benar matang. Semua keputusan pasti ada baik dan juga ada buruknya, jangan lah ragu untuk mengambil keputusan tetapi juga harus dengan pemikiran yang bijaksana. Oleh karena itu faktor faktor tersebut telah dipertimbangkan dengan matang untuk mengambil keputusan yang seefektif mungkin. Semoga beberapa wacana tersebut bisa membuat teman teman lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

Sumber: http://ibnu-taimiyyah.blogspot.com/2013/07/faktor-faktor-pengambilan-keputusan.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2015 in Uncategorized

 

Jenis-Jenis Keputusan Di Dalam Organisasi

Jenis-Jenis Keputusan di Dalam Organisasi

Berdasarkan program dan regularitas :

1. Pengambilan keputusan terprogram atau terstruktur

Yaitu pengambilan keputusan yang sifatnya rutinitas, berulang-ulang, dan cara menanganinya telah ditentukan.

Pengambilan keputusan terprogram ini digunakan untuk menyelesaikan masalah terstruktur melalui :

a. Prosedur : yaitu srangkaian langkah yang berhubungan dan berurutan yang harus diikuti oleh pengambil keputusan

b. Aturan : yaitu ketentuan yang mengatur apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh pengambil keputusan

c. Kebijakan : yaitu pedoman yang menentukan parameter untuk membuat keputusan

2. Pengambilan keputusan tidak terprogram (tidak terstruktur)

Adalah pengambilan keputusan yang tidak rutin dan sifatnya unik sehingga memerlukan pemecahan khusus.

Berdasarkan tingkat kepentingannya

Pada umumnya suatu organisasi memiliki hierarki manajemen. Secara klasik hierarki ini terdapat tiga tingkatan, yaitu :

1. Manajemen puncak yang berkaitan dengan masalah perencanaan yang bersifat strategis (strategic planning). Pada manajemen puncak keputusan yang diambil adalah keputusan strategis.

2. Manajemen menengah, yaitu menangani permasalahan kontrol/pengawasan yang sifat pekerjaannya lebih banyak pada masalah administrasi. Pada manajemen menengah ini keputusan yang diambil adalah keputusan administrasi/taktis. Keputusan ini adalah keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya.

3. Manajemen operasional, yaitu berkaitan dengan kegiatan operasional (kegiatan operasi harian). Keputusan yang diambil pada manajemen operasional disebut keputusan operasional.

Berdasarkan tipe persoalan :

1. Keputusan internal jangka pendek, yaitu keputusan yang berkaitan dengan kegiatan rutin/operasional, seperti pembelian bahan baku, penentuan jadwal produksi.

2. Keputusan internal jangka panjang, yaitu keputusan yang berkaitan dengan permasalahan organisasional, seperti perombakan struktur organisasi, perubahan departemen.

3. Keputusan eksternal jangka pendek, yaitu keputusan yang berkaitan dengan semua persoalan yang berdampak dengan lingkungan dalam rentang waktu yang relatif pendek, seperti mencari subkontrak untuk suatu permintaan khusus.

4. Keputusan eksternal jangka panjang, yaitu keputusan yang berkaitan dengan semua persoalan dengan linkungan dengan waktu yang relatif panjang, seperti merger dengan perusahaan lain dan ini bersifat strategis.

Berdasarkan lingkungannya :

1. Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti, yaitu pengambilan keputusan dimana berlangsung hal-hal :

a. Alternatif yang harus dipilih hanya memiliki satu konsekuensi/jawaban/hasil. Ini berarti hasil dari setiap alternatif tindakan tersebut dapat ditentukan dengan pasti.

b. Keputusan yang diambil didukung oleh informasi/data yang lengkap, sehingga dapat diramalkan secara akurat hasil dari setiap tindakan yang dilakukan.

c. Dalam kondisi ini, pengambil keputusan secara pasti mengetahui apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

d. Biasanya selalu dihubungkan dengan keputusan yang menyangkut masalah rutin, karena kejadian tertentu dimasa yang akan datang dijamin terjadi.

e. Pengambilan keputusan seperti ini dapat ditemui dalam kasus/model yang bersifat deterministik.

f. Teknik penyelesainannya/pemecahannya biasanya menggunakan antara lain : teknik program linier, model transportasi, model penugasan, model inventori, model antrian, model network.

2. Pengambilan keputusan dalam kondisi resiko, adalah pengambilan keputusan dimana berlangsung hal-hal :

a. Alternatif yang dipilih mengandung lebih dari satu kemungkinan hasil.

b. Pengambilan keputusan memiliki lebih dari satu alternatif tindakan.

c. Diasumsikan bahwa pengambilan keputusan mengetahui peluang yang akan terjadi terhadap berbagai tindakan dan hasil.

d. Resiko terjadi karena hasil pengumpulan keputusan tidak dapat diketahui dengan pasti, walaupun diketahui nilai probabilitasnya.

e. Pada kondisi ini ada informasi/data yang akan mendukung dalam membuat keputusan, berupa besar atau nilai peluang terjadinya bermacam-macam keadaan.

f. Teknik pemecahannya menggunakan konsep probabilitas, seperti model keputusan probabilistik, model inventori probabilistik, model antrian probabilisti.

3. Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti, yaitu pengambilan keputusan dimana :

a. Tidak diketahui sama sekali hal jumlah kondisi yang mungkin timbul serta kemungkinan-kemungkinan munculnya kondisi-kondisi tersebut.

b. Pengambilan keputusan tidak dapat menentukan probabilitas terjadinya berbagai kondisi atau hasil yang keluar.

c. Pengambilan keputusan tidak mempunyai pengetahuan atau informasi lengkap mengenai peluang terjadinya bermacam-macam keadaan tersebut.

d. Hal yang diputuskan biasanya relatif belum pernah terjadi.

e. Tingkat ketidakpastian keputusan semacam ini dapat dikurangi dengan cara :

– Mencari informasi lebih banyak

– Melalui riset atau penelitian

– Penggunaan probabilitas subjektif

f. Teknik pemecahannya adalah menggunaka beberapa metode /kriteria, yaitu metode maximin, metode maximax, metode Laplace, metode minimax regret, metode relaisme dan dibantu dengan tabel hasil (pay off tabel).

4. Pengambilan keputusan dalam kondisi konflik adalah pengambilan keputusan dimana :

a. Kepentingan dua atau lebih pengambil keputusan saling bertentangan dalam situasi persaingan.

b. Pengambil keputusan saling bersaing dengan pengambil keputusan lainnya yang rasional, tanggap dan bertujuan untuk memenangkan persaingan tersebut.

c. Pengambil keputusan bertindak sebagai pemain dalam suatu permainan.

d. Teknik pemecahannya adalah menggunakan teori permainan.

Sumber: http://raditut.blogspot.com/2013/05/pengambilan-keputusan-dalam-organisasi_2475.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2015 in Uncategorized